![]() |
| Endog Lewo Nur Alam 28, Camilan khas Garut dengan Sensasi Rasa Alami , Desa Bunisari, Kec. Malangbong , Kab. Garut , Jawa Barat (21/2/2026). |
Kab. Garut, Jabarel News – Aktivitas produksi di Pabrik Endog Lewo Nur Alam 28 yang berlokasi di Kampung Citeras RT 01 RW 02, Desa Bunisari, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terlihat tertata rapi dan higienis. Pabrik camilan tradisional ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan dan pemudik yang melintas di jalur jalan lintas Garut–Tasikmalaya.
Mengusung konsep produksi yang higienis namun tetap mempertahankan cara tradisional, Endog Lewo Nur Alam 28 memadukan standar kebersihan dengan kearifan lokal. Seluruh proses pembuatan dilakukan dengan bahan alami pilihan tanpa menghilangkan ciri khas resep turun-temurun. Inilah yang menghadirkan sensasi rasa alami di setiap gigitan—gurih, renyah, dan enak.
![]() |
| konsep produksi yang higienis namun tetap mempertahankan cara tradisional, Malangbong, Kab. Garut, Jawa Barat (21/2/2026). |
Endog lewo sendiri merupakan makanan ringan yang kini semakin identik sebagai oleh-oleh khas Garut. Tersedia dalam tiga varian rasa lengkap, yakni original yang klasik dan autentik, pedas dengan sentuhan bumbu yang menggugah selera, serta daun jeruk yang menghadirkan aroma segar alami. Ketiganya menawarkan pengalaman rasa yang unik namun tetap berpijak pada cita rasa tradisional.
Lokasinya yang strategis membuat banyak kendaraan pribadi berhenti untuk mampir, terutama saat musim liburan dan mudik. Para pengunjung tidak hanya membeli camilan, tetapi juga melihat langsung proses produksi di pabrik yang bersih dan tertata. Area produksi dirancang untuk menjaga kualitas bahan baku hingga tahap pengemasan, sehingga produk tetap aman dan terjaga kesegarannya.
![]() |
| Sesi Wawancara Eel bersama Siti Nurohaeni, Kab.Garut, Jawa Barat (21/2/2026). |
Owner Endog Lewo Nur Alam 28, Ibu Siti Nurohaeni, menegaskan bahwa kualitas dan kebersihan menjadi prioritas utama dalam menjalankan usaha ini (21/2/2026).
“Kami ingin orang yang datang ke sini merasa yakin dan nyaman. Prosesnya harus higienis, bahannya alami, dan rasanya tetap tradisional. Sensasi rasa alami itu yang membuat pelanggan kembali lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa endog lewo bukan sekadar camilan, tetapi bagian dari perjalanan banyak orang.
“Banyak yang mampir saat liburan atau mudik. Mereka membeli untuk oleh-oleh keluarga. Dari situ saya merasa produk ini bukan hanya makanan ringan, tapi juga pengikat kebersamaan,” katanya dengan penuh haru.
Sebagai bagian dari promosi wisata kuliner daerah, Pabrik Endog Lewo Nur Alam 28 kini semakin dikenal secara nasional melalui promosi online. Keunikan rasa, proses produksi yang higienis, serta konsep tradisional yang tetap dipertahankan menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan perpaduan alami, tradisional, dan kualitas terjaga, Endog Lewo Nur Alam 28 terus mengukuhkan diri sebagai camilan khas Garut yang wajib mampir saat perjalanan lintas Jawa Barat—renyah, gurih, dan menghadirkan sensasi rasa alami yang sulit dilupakan.
Reportase : Eel
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Ghaza



0 Komentar