
CIMAHI, Jabarel News — Suasana semangat dan antusiasme peserta terasa begitu kuat dalam kegiatan Pelatihan Calon Anggota HPI Kota Cimahi Hari ke-2 yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026. Memasuki hari kedua, para peserta mulai mendapatkan berbagai materi penting yang menjadi bekal utama untuk menjadi seorang tour guide profesional, komunikatif, dan siap terjun langsung di dunia pariwisata.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta sejak pagi hari sebelum memasuki sesi materi pertama yaitu Fotografi yang dibawakan oleh Kang Rully. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai teknik dasar fotografi untuk kebutuhan guiding dan promosi wisata. Mulai dari cara menentukan angle terbaik, memahami pencahayaan, hingga menghasilkan foto destinasi wisata yang estetik dan menarik untuk media sosial maupun kebutuhan promosi wisata daerah.
“Guide zaman sekarang bukan cuma bisa ngomong, tapi juga harus bisa mempromosikan wisata lewat visual yang menarik,” ujar Kang Rully saat memberikan materi kepada peserta.

MC Teh Cici memandu jalannya kegiatan Pelatihan Calon Anggota HPI Kota Cimahi Hari ke-2 dengan suasana interaktif dan penuh semangat. Cimenteng Cimahi (19/5/2026).
Kegiatan yang dipandu oleh MC Teh Cici ini berlangsung interaktif, hangat, dan penuh semangat sejak pagi hingga penutupan acara.
Materi berikutnya yang tak kalah menarik adalah Story Telling Kota Cimahi bersama Kang Max selaku Ketua TH & TACB. Menurut Kang Max, storytelling menjadi salah satu kekuatan utama seorang guide dalam memperkenalkan identitas daerah kepada wisatawan.
“Cerita yang disampaikan dengan baik bisa membuat wisatawan merasa lebih dekat dengan sebuah kota,” ungkapnya.
pelatihan SOP Kepemanduan dan Kode Etik Guide bersama Kang Anton dari DPD HPI Jawa Barat, Eco Wisata Cimahi (19/5/2026).Setelah istirahat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan materi SOP Kepemanduan dan Kode Etik Guide bersama Kang Anton dari DPD HPI Jawa Barat. Dalam sesi ini peserta dibekali pemahaman mengenai standar operasional guiding, etika pelayanan wisatawan, hingga sikap profesional yang wajib dimiliki seorang pemandu wisata.
“Seorang guide membawa nama daerah dan organisasi. Karena itu etika, tanggung jawab, serta profesionalisme harus selalu dijaga dalam setiap pelayanan kepada wisatawan,” tutur Kang Anton saat memberikan materi.

Peserta mengikuti materi problem solving bersama Kang Nius mengenai cara menghadapi berbagai situasi saat kegiatan guiding di lapangan. Cimahi (19/5/2026).
Memasuki sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi Problem Solving bersama Kang Nius dari Bidang Diklat KBB. Materi ini membahas berbagai situasi yang mungkin terjadi saat guiding, seperti menghadapi komplain wisatawan, kondisi darurat, miskomunikasi, hingga teknik pengambilan keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.
“Dalam dunia guiding, masalah di lapangan pasti ada. Yang terpenting adalah bagaimana seorang guide tetap tenang, cepat berpikir, dan mampu memberikan solusi terbaik,” jelas Kang Nius.

Kang Dindin memberikan materi Teknik Guiding 2 dan simulasi guiding untuk meningkatkan kemampuan public speaking peserta. (19/5/2026)
Sebagai penutup hari kedua, peserta mengikuti sesi Teknik Guiding 2 bersama Kang Dindin dari Team Cimahi. Pada sesi ini peserta dilatih meningkatkan kemampuan public speaking, membangun interaksi dengan wisatawan, hingga simulasi guiding secara langsung agar lebih percaya diri saat memandu wisata.
“Guide yang baik bukan hanya paham materi, tetapi juga mampu membangun suasana nyaman, interaktif, dan menyenangkan bagi wisatawan,” kata Kang Dindin di akhir sesi pelatihan.
Kegiatan hari kedua ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta karena tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik dan wawasan langsung yang relevan dengan dunia kepemanduan wisata modern. Semangat belajar dan kekompakan peserta pun terlihat hingga kegiatan berakhir.
Reportase : Eel
0 Komentar