Auralis

Dari Seni ke Terapi, RKBM Tunjukkan Peran Penting Ekosistem Kreatif Inklusif di Cimahi

Sesi Foto dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah kelurahan Setiamanah dan RKBM, Kota Cimahi, Jawa Barat (28/4/2026).

Cimahi, Jabarel News - Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dengan komunitas kreatif berbasis sosial. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kunjungan perdana ke Rumah Kreatif Bunda Mei (RKBM) yang berlokasi di Jalan Contong No. 9, Selasa (28/4/2026) pukul 10.00 WIB.

Kunjungan ini diwakili oleh Sekretaris Lurah Setiamanah, Pipih Muspika, bersama jajaran PKK Kelurahan Setiamanah, serta Fidelia Mifta selaku Bunda PAUD Kelurahan Setiamanah. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan potensi anak serta menciptakan ruang pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pipih Muspika, yang akrab disapa Teh Pipih, menyampaikan apresiasi atas konsistensi RKBM dalam menghadirkan program yang memadukan unsur sosial, seni, dan ekonomi kreatif.

“Kami melihat langsung bagaimana RKBM ini berjalan dan memberikan dampak nyata di masyarakat. Harapannya ke depan bisa terjalin kemitraan yang lebih kuat, terutama dalam menggali potensi anak, termasuk anak disabilitas,” ujarnya.

RKBM dan Kelurahan Setiamanah memperkuat ekosistem kreatif di Kota Cimahi yang lebih adaptif, humanis, dan berdaya saing, Kec. Cimahi Tengah, Jawa Barat (28/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fidelia Mifta selaku Bunda PAUD Kelurahan Setiamanah juga menyampaikan bahwa kehadiran RKBM menjadi angin segar dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang lebih inklusif dan berbasis potensi.

“Kami melihat pendekatan yang dilakukan RKBM sangat sejalan dengan semangat PAUD, yaitu menumbuhkan anak sesuai dengan keunikan dan tahap perkembangannya. Ruang seperti ini sangat dibutuhkan, terutama untuk anak-anak yang memerlukan perhatian khusus agar mereka tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ungkapnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara PAUD, kelurahan, dan RKBM dapat terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah anak dan berkelanjutan.

Dalam pemaparan program, Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Psikolog selaku staf ahli RKBM yang mewakili Ketua RKBM Bunda Mei, menjelaskan bahwa RKBM hadir sebagai ruang kreatif yang terbuka untuk semua anak, baik anak disabilitas maupun anak pada umumnya.

Berbagai program dijalankan seperti art therapy, workshop kreatif, hingga pendampingan keluarga. Pendekatan yang digunakan berbasis seni dan kasih sayang, dengan tujuan menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi tumbuh kembang anak.

“Pendekatan kami tidak hanya fokus pada hasil, tapi proses. Anak-anak kami ajak untuk berekspresi lewat seni, dan bila diperlukan penanganan lebih lanjut, kami juga melakukan rujukan ke psikolog,” jelasnya.

Pelatih tari RKBM, Maya Rosmiati, turut menekankan bahwa seni tari memiliki peran penting dalam pengembangan motorik, konsentrasi, serta kepercayaan diri anak. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kelurahan Setiamanah yang telah memberikan ruang bagi kegiatan latihan.

“Kami mengajarkan Tari Kreasi Nusantara dan Tari Kontemporer. Dukungan tempat latihan dari kelurahan sangat berarti untuk keberlangsungan proses belajar anak-anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Ela Nurlaela, S.Pd.I, staf RKBM, menggambarkan bahwa setiap anak memiliki proses tumbuh yang berbeda dan tidak dapat dipaksakan.

“Ada anak yang awalnya hanya diam, duduk, atau sekadar mengamati. Itu sudah bagian dari proses awal. Perlahan kami arahkan ke aktivitas seperti menggambar, menari, hingga interaksi sosial,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dengan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Menurutnya, proses pendampingan tidak hanya terjadi di RKBM, tetapi juga harus berlanjut di lingkungan keluarga.

Pada hari yang sama, RKBM juga menggelar kegiatan bertajuk “RKBM Art Therapy: Refleksi Cinta” dengan tema “Kita Untuk Nusantara” di halaman Masjid Agung Kota Cimahi. Kegiatan ini menampilkan karya kolaboratif anak-anak, termasuk anak disabilitas, sebagai bentuk ekspresi seni sekaligus simbol kebersamaan dalam keberagaman.

Mengusung slogan “Bukan Sekadar Sanggar Biasa”, RKBM terus menegaskan perannya sebagai ruang kreatif sosial yang menggabungkan seni, terapi, dan edukasi. Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Danasiana.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan komunitas, dalam memperluas ruang inklusif bagi pengembangan potensi anak serta memperkuat ekosistem kreatif di Kota Cimahi yang lebih adaptif, humanis, dan berdaya saing.


Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Eel

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close