Auralis

“Bestieku Menari” Bikin Cimahi Auto Penuh Energi di Hari Tari Internasional 2026

 

Perayaan Hari Tari Internasional 2026 di Amphiteater Open Space Gallery Pemkot Cimahi dengan tema “Bestieku Menari” yang penuh energi dan kebersamaan. Cimahi (29/4/2026).


Cimahi, Jabarel News – Ketua panitia, Fajar Firdaus Adiparta, S.IP., M.M., menegaskan bahwa konsep “Bestieku Menari” sengaja dihadirkan untuk menciptakan suasana yang lebih cair, akrab, dan penuh kebersamaan.

“Kami ingin semua peserta bisa saling support, tanpa sekat, dan bebas mengekspresikan diri lewat tari,”ujarnya.

Perayaan Hari Tari Internasional 2026 di Kota Cimahi tahun ini benar-benar beda vibes. Lewat tema “Bestieku Menari”, suasana acara jadi penuh energi, hangat, dan terasa kuat semangat kolaborasinya.


Event yang digelar oleh Disbudparpora Kota Cimahi ini berlangsung di Amphiteater Open Space Gallery Gedung C Pemkot Cimahi, Rabu (29/4/2026). Bukan sekadar perayaan, acara ini juga menjadi ruang ekspresi bagi komunitas, sanggar, hingga instansi yang tampil bersama.


MC Ai Susanti dan Dwi Dekhan dalam acara Bestieku Menari  membangun suasana acara yang interaktif, Pemkot Cimahi (29/4/2026). 

Sejak pagi, ambience acara sudah terasa hidup. MC Ai Susanti dan Dwi Dekhan sukses menjaga suasana tetap cair, interaktif, hingga akhir acara.


Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Nisrina Agustin, Yuliyanti, dan Rengganis dari Sanggar Rengganis. Mereka tampil dengan gerak tari yang kuat dan ekspresif, didampingi Penari Maestri Kota Cimahi, Dewi Rengganis, yang memberi sentuhan artistik di atas panggung.


Tak kalah memukau, Sanggar RTD bersama Nabila Nurcahyani, Derayya Azahrra, dan Rahma Puspa Regina menghadirkan tari balet kontemporer teatrikal. Perpaduan teknik modern dan storytelling visual yang mereka tampilkan sukses membuat penonton terpukau.


Sambutan Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Drs. Dani Bastian, Pemkot Cimahi, Jawa Barat (29/4/2026).

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Drs. Dani Bastian, mengapresiasi antusiasme peserta. Menurutnya, acara ini bukan hanya soal tampil di panggung, tetapi juga menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Cimahi semakin solid dan berkembang.


Hal serupa disampaikan oleh Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi, Siti Yanti Abintini, S.H., M.M., yang hadir bersama Lin Karliana, S.Pd., dan Asri Mulyani sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan seni tari sebagai identitas budaya daerah.


Tim Cimitage Ambasador Kota Cimahi & HPI, Hari Tari Internasional 2026, Jawa Barat (29/4).


Di sisi lain, generasi muda juga menunjukkan peran aktif. Komunitas Cimitage Ambassador yang diwakili Teh Eel, Kang Bani, Kang Adi & kang Redi  serta HPI turut meramaikan dan mempromosikan acara melalui konten digital, sehingga jangkauan event semakin luas.


Beragam sanggar tari seperti MONES, Darma Bakti Squade, Linda Art of Dance, Mutiara, dan Ratasya Traditional Dance turut meramaikan panggung dengan gaya masing-masing. Partisipasi pelajar dari SMP Taruna Mandiri juga memperlihatkan bahwa regenerasi seni tari di Cimahi terus berjalan.


Berbagai instansi di kota Cimahi mulai dari KONI Kota Cimahi, RSUD Cibabat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Disarpusda, Kota Cimahi (29/4/2026).


Konsep “Bestieku Menari” benar-benar terasa di lapangan. Berbagai instansi ikut ambil bagian, mulai dari KONI Kota Cimahi, RSUD Cibabat, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Disarpusda, hingga berbagai kecamatan dan dinas lainnya.


Acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bank BJB, Akativi, KONI Kota Cimahi, Komite Ekonomi Kreatif, serta komunitas lainnya. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa seni dan ekonomi kreatif di Cimahi berkembang secara bersama-sama.


Dewan juri Agus Kandiawan, S.Sn., dan Viska Suasana Arum, M.Pd. melakukan penilaian berdasarkan teknik, kreativitas, kekompakan, dan pesan tarian. Kota Cimahi, Jawa Barat (29/4/2026).


Penilaian peserta dilakukan oleh dewan juri Agus Kandiawan, S.Sn., dan Viska Suasana Arum, M.Pd., dengan fokus pada teknik, kreativitas, kekompakan, dan pesan yang disampaikan dalam setiap tarian.


Melalui “Bestieku Menari”, perayaan Hari Tari Internasional 2026 di Cimahi tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang kebersamaan, ekspresi, dan kolaborasi lintas komunitas.


Harapannya, event ini dapat terus menjadi agenda rutin yang melahirkan lebih banyak talenta baru serta inovasi di dunia tari Indonesia, khususnya di Kota Cimahi.



Jurnalis : Virgi Ali

Editor : Eel

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close