Auralis

AKTV Angkat Potensi Cimahi: Dari Seni sampai Olahraga, Ekosistem Kreatif Makin Kuat

 

    Host Elin Herlina, S.Pd. bersama narasumber Fajar Firdaus Adiparta,S.IP., M.M., saat memandu dialog interaktif dalam program AKTV “Cimahi Leuwi Deukeut”.(24/4/2026)

Cimahi, Jabarel News — Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas yang terus tumbuh, Kota Cimahi semakin menunjukkan eksistensinya sebagai kota kecil dengan potensi besar. Hal ini tergambar dalam program AKTV bertajuk “Cimahi Leuwi Deukeut” , (24/4/2026), yang menghadirkan dialog interaktif, inspiratif, dan dekat dengan masyarakat.

Optimisme terhadap masa depan Cimahi menjadi benang merah utama dalam perbincangan. Dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, komunikasi publik yang cair, serta kolaborasi lintas sektor, Cimahi diyakini mampu melaju sebagai kota kreatif yang adaptif dan berdaya saing tinggi, bahkan di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Dipandu oleh host Elin Herlina, S.Pd., atau yang akrab disapa Teh Eel, suasana diskusi terasa hidup dan engaging. Gaya komunikasinya yang santai namun tajam membuat obrolan terasa relate dengan keseharian warga. Ia berhasil menggali insight dari narasumber sekaligus menjembatani isu-isu strategis agar mudah dipahami publik.

Hadir sebagai narasumber, Fajar Firdaus Adiparta, S.IP., M.M., menegaskan bahwa kekuatan utama Cimahi bukan pada luas wilayah, melainkan kualitas manusianya. Dengan hanya tiga kecamatan, Cimahi justru memiliki SDM yang aktif, kreatif, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional.

“Banyak warga Cimahi yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari seni, olahraga, hingga sektor profesional lainnya. Ini bukti bahwa Cimahi punya potensi besar untuk terus berkembang,” ujarnya.

    Kolaborasi dan kreativitas menjadi semangat utama dalam membangun Kota Cimahi yang lebih maju. (24/4/2026).

Diskusi juga menyoroti pentingnya peran sektor seni dan olahraga dalam membangun ekosistem kreatif kota. Di sinilah fungsi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) menjadi krusial, khususnya dalam membina dan memfasilitasi para pelaku kreatif, generasi muda, hingga komunitas budaya.

Di tengah keterbatasan anggaran tahun ini, pendekatan kolaboratif menjadi solusi utama. Pemerintah, seniman, budayawan, hingga komunitas kreatif didorong untuk saling terbuka dan bekerja sama agar aktivitas kreatif tetap berjalan dan bahkan berkembang lebih inovatif.

Program AKTV “Cimahi Leuwi Deukeut” sendiri menjadi ruang publik yang bukan cuma informatif, tapi juga inspiratif. Masyarakat pun bisa ikut menyaksikan dan terlibat melalui siaran live streaming di kanal YouTube AKTV.

Dengan energi kreatif yang terus tumbuh dan semangat kolaborasi yang kuat, Cimahi membuktikan bahwa kota kecil pun bisa punya dampak besar.


Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Eel

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close