Auralis

Dari “Jigong” Jadi Penentu Kemenangan: Kisah Zilong yang Sering Diremehkan

Zilong, Jabarel News.

 Jabarel News - Di komunitas pemain Mobile Legends: Bang Bang, ada satu hero yang hampir selalu memicu reaksi spontan ketika dipilih di draft pick: Zilong. Tak jarang, suara dari tim langsung terdengar di chat atau voice:

Waduh… jangan-jangan ini Jigong lagi.”

Istilah “Jigong” sendiri lahir dari kebiasaan sebagian pemain yang menggunakan Zilong secara terlalu agresif di early game. Baru memasuki menit kedua sudah mencari duel, menit ketiga tumbang, dan di menit kelima suasana chat tim mulai memanas. Akibatnya, reputasi hero ini sering dianggap sebagai “beban tim”.

Namun di balik candaan tersebut, Zilong sebenarnya menyimpan potensi yang sering kali diremehkan: kemampuan split push yang sangat mematikan.

Saat sebagian besar pemain fokus pada team fight di mid lane atau perebutan objektif besar, Zilong justru kerap menjalankan strategi berbeda. Dengan mobilitas tinggi dan ultimate yang meningkatkan kecepatan serangan serta pergerakan, ia dapat muncul tiba-tiba di lane kosong dan menghancurkan turret dengan sangat cepat.

Tak jarang, ketika kedua tim sedang sibuk bertarung di tengah map, Zilong diam-diam menggerus pertahanan lawan. Turret demi turret tumbang, hingga tiba-tiba base musuh berada dalam ancaman serius.

Build Emblem Late Game (Meta 2026)

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, sejumlah pemain mengandalkan kombinasi emblem dan item berikut:

Emblem: Assassin

Talent: Fatal → Weapon Master → Killing Spree

Item Andalan:

Corrosion Scythe

Demon Hunter Sword

Windtalker

Malefic Roar

Immortality

Rose Gold Meteor / Sea Halberd

Mekanik Zilong 2026, Jabarel News.

Dengan kombinasi attack speed tinggi dan damage besar di fase late game, Zilong mampu berubah drastis dari hero yang diremehkan menjadi ancaman serius bagi struktur pertahanan lawan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam permainan kompetitif seperti Mobile Legends, strategi dan pemahaman mekanik hero sering kali lebih menentukan dibanding sekadar reputasi di komunitas.

Jadi, lain kali ketika melihat Zilong dipilih di tim, mungkin ada baiknya menahan tawa terlebih dahulu. Bisa jadi, hero yang sempat dijuluki “Jigong” itu justru menjadi pemain yang menutup pertandingan dengan kemenangan.


Penulis : Virgi Ali

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close