Auralis

Melalui “Mantri Cinta”, SMPN 67 Bandung Tanamkan Empati pada Siswa

Bunda Mei seorang grafolog bersama Siswa SMPN 67 Bandung, (30/4/2026).

Cimahi,Jabarel News - Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Mei Suprihartini, S.T., CHA, CCMHC, CH, yang akrab disapa Bunda Mei. Ia merupakan seorang grafolog yang dikenal dengan cara penyampaian yang hangat dan penuh empati. Dari pengalamannya, ia memperkenalkan metode “Mantri Cinta”, yaitu pendekatan yang mengajarkan pentingnya cinta, empati, dan saling menghargai dalam berinteraksi di lingkungan sekolah.

SMPN 67 Bandung menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, sekolah juga memperhatikan perkembangan karakter, emosi, dan hubungan sosial siswa agar tercipta suasana belajar yang positif.

Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, SMPN 67 Bandung mengadakan kegiatan sosialisasi budaya sekolah aman dan nyaman dengan tema “Membangun Ekosistem Sekolah yang Aman dan Nyaman bagi Warga Sekolah”. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7 dan 8, serta dilaksanakan di aula sekolah yang berlokasi di Jalan Budi, Kota Bandung.

Acara yang positif dan mendukung perkembangan semua siswa SMPN 67 Bandung, (30/4/2026).

Acara berlangsung dengan suasana yang hidup dan interaktif. Dua siswa kelas 8A, Masyail Tsuraya dan Radiva Adhwa Ashilah, dipercaya sebagai pembawa acara. Dengan gaya santai dan komunikatif, keduanya mampu membuat peserta merasa nyaman dan aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Melalui metode “Mantri Cinta”, para siswa diajak memahami bahwa lingkungan sekolah yang baik tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara emosional. Bunda Mei menekankan bahwa pergaulan remaja sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku sehari-hari, sehingga penting bagi setiap siswa untuk saling menghargai dan menjaga satu sama lain.

Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan berbagai hal yang dapat merusak kenyamanan di lingkungan sekolah, seperti konflik, bullying, perundungan verbal, hingga perundungan di media sosial. Materi yang disampaikan dengan cara menarik membuat siswa antusias, aktif bertanya, dan terlibat dalam diskusi.

Tim dan Guru Pendaming untuk Membangun Ekosistem Sekolah yang Aman dan Nyaman bagi Warga Sekolah SMPN 67 Bandung (30/4/2026).

Kegiatan ini turut didampingi oleh tim pendamping, yaitu Rizal Permana, Farhan Maulana, Erief Aghil Habibi, dan Khairana Putri Nur Azmi, yang membantu kelancaran acara serta mendukung interaksi peserta selama kegiatan berlangsung.

Guru pendamping, Andri Fatturachman, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar. Menurutnya, rasa aman merupakan fondasi penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang optimal.

Sementara itu, Mutiara Nurzanah, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini berperan penting dalam membentuk karakter siswa sebagai generasi yang memiliki integritas dan empati. Hal senada juga disampaikan oleh Lusi Apriyanti, S.Pd., yang menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada perkembangan sikap, emosi, dan perilaku siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMPN 67 Bandung dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai, sehingga tercipta budaya sekolah yang positif dan mendukung perkembangan semua siswa.


Jurnalis : Virgi Ali 

Editor : Eel

0 Komentar

Iklan Banner

Pasang Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close