
Cimahi, Jabarel – Teater Tiga Pilar terus mematangkan persiapan pementasan drama musikal "Dayang Sumbi"karya sutradara Yeki Maulana yang dijadwalkan tampil pada 26 Juli 2026 di Kabupaten Bandung Barat. Mengangkat legenda Tanah Pasundan tentang cinta, kesetiaan, dan takdir, pertunjukan ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor seni pertunjukan di Jawa Barat.
Menjelang hari pementasan, seluruh tim produksi dan para pemain menjalani latihan intensif di Aula Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jumat (10/7/2026). Berbagai aspek produksi terus disempurnakan, mulai dari pendalaman karakter, penyelarasan dialog, koreografi, komposisi musik, hingga tata cahaya agar pertunjukan mampu menghadirkan pengalaman artistik yang kuat bagi penonton.
Drama musikal ini digarap oleh tim kreatif yang terdiri atas Penasehat Sharizal Fachri Anggana, Pimpinan Produksi Ricky A. Maulana, Sutradara Yeki Maulana, Donna Restiana sebagai Asisten Sutradara sekaligus Penata Tari, Virgi Ali, Berkad Pandapotan, dan Rizki Puji Arifin sebagai Penata Musik, serta Egi Kiki Septian sebagai Penata Musik sekaligus Penata Cahaya. Sementara itu, Penata Kostum dipercayakan kepada Khoirul Insani, Khairan sebagai Humas, serta tim manajemen yang diperkuat oleh Eka dan Veylan.
Pimpinan Produksi Ricky A. Maulana mengatakan proses persiapan berjalan sesuai target. Dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk menghadirkan pertunjukan yang berkualitas dan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.
"Pertunjukan akan digelar pada 26 Juli 2026 di Kabupaten Bandung Barat. Alhamdulillah proses persiapan berjalan lancar dan kami juga mendapat dukungan dari Hepi+. Saat ini naskah, musik, dialog, dan pendalaman peran tinggal dimatangkan. Kami rutin menggelar latihan setiap hari agar seluruh pemain dan tim produksi semakin siap ketika naik ke atas panggung. Kami juga berharap drama musikal Dayang Sumbi dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif, khususnya subsektor seni pertunjukan, sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku seni untuk terus berkarya dan melestarikan budaya lokal melalui karya yang berkualitas," ujar Ricky.
Menurutnya, kolaborasi antara sutradara, penata tari, penata musik, penata cahaya, hingga tim artistik menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pertunjukan yang mampu bersaing di tengah berkembangnya industri kreatif. Seni pertunjukan dinilai memiliki peran strategis karena tidak hanya melahirkan karya budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pekerja kreatif.
Teater Tiga Pilar akan menjadi salah satu pertunjukan yang memberi warna baru bagi perkembangan seni pertunjukan dan ekonomi kreatif di Jawa Barat, (10/7/2026).Melalui drama musikal "Dayang Sumbi", Teater Tiga Pilar ingin menunjukkan bahwa cerita rakyat Jawa Barat dapat dikemas dalam format pertunjukan modern tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Upaya tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat posisi seni pertunjukan sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi kreatif.
Pementasan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas profesi di bidang seni dapat melahirkan karya yang bernilai budaya sekaligus bernilai ekonomi. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Teater Tiga Pilar optimistis drama musikal "Dayang Sumbi" akan menjadi salah satu pertunjukan yang memberi warna baru bagi perkembangan seni pertunjukan dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.
Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Eel

0 Komentar