![]() |
| Rd Yugi Sugondo S.Sos., Kreator, Mentor, dan Penggerak Ekraf, Kota Cimahi, Jawa Barat (2/3/2026). |
Cimahi, Jabarel News - Sore itu, suasana hangat terasa di salah satu kafe hits di kawasan Cimahi (2/3/2026). Di sudut ruangan dengan secangkir kopi dan Cemilan Khas Kota Cimahi, Rd Yugi Sugondo, S. Sos., atau yang akrab disapa Kang Yugi—bercerita tentang perjalanan, visi, dan misinya membangun ekosistem kreatif digital Indonesia.
Lahir di Cimahi tahun 1976, alumni SMAN 5 Bandung dan SMP Negeri 1 Cimahi ini dikenal sebagai praktisi videografi, strategi konten digital, sekaligus mentor personal branding yang aktif di level lokal hingga nasional. Ia menjadi dosen tamu di BINUS University dan Universitas Indonesia, serta instruktur di Anginphoto School Bandung.
![]() |
| wawancara santai Virgi Ali Jurnalis Jabarel News Bersama Yugi Sugondo, Cipageran , Kota Cimahi, Jawa Barat (2/3/2026). |
Dalam wawancara santai tersebut, Kang Yugi menegaskan bahwa konten digital hari ini bukan sekadar soal visual menarik.
“Konten itu bukan cuma soal bagus atau estetik. Konten harus punya pesan, punya positioning, dan yang paling penting relevan dengan audiens. Kalau cuma ikut tren tanpa arah, itu nggak akan sustain,” ujarnya sambil tersenyum.
Sebagai pemateri bersertifikat BNSP dan Kemendikbud, ia rutin melatih ASN, tim humas pemerintah, DPRD, hingga BUMN agar lebih adaptif dalam memanfaatkan media sosial. Fokusnya jelas: meningkatkan engagement melalui pendekatan audio-visual yang kuat dan storytelling yang autentik.
Di industri hiburan, Kang Yugi juga terlibat dalam penguatan strategi kreatif figur publik seperti Artis-Artis Papan atas Indonesia . Baginya, personal branding bukan soal pencitraan instan, melainkan tentang konsistensi nilai.
“Personal branding itu maraton, bukan sprint. Orang harus kenal value kita dulu, baru percaya,” tambahnya.
![]() |
| Kang Yugi, Tugas kita bukan cuma bikin karya, tapi menciptakan ekosistem, Kota Cimahi, Jawa Barat (2/3/2026). |
Selain aktif sebagai Pakar Videography dan Digital Marketer dan penggerak Komite Ekraf, ia juga kerap dipercaya menjadi juri ajang kreatif nasional. Komitmennya satu: menjaga standar kualitas dan etika profesi di tengah derasnya arus digital.
Menutup obrolan, Kang Yugi menyampaikan visinya tentang masa depan generasi muda.
“Indonesia punya potensi kreatif yang luar biasa. Tugas kita bukan cuma bikin karya, tapi menciptakan ekosistem. Kalau komunitas, pemerintah, dan industri bisa kolaborasi, anak-anak muda kita nggak cuma jadi penonton—mereka jadi pemain utama.”
Dari sudut kafe di Cimahi, gagasan besar itu terus tumbuh—tentang kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk terus naik level di era digital.
Reportase : Virgi Ali
Jurnalis : Eel
Editir : Ghaza



0 Komentar