![]() |
| Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Kota Cimahi Tertutup Awan, Kel.Citeureup, Kota Cimahi, Jawa Barat. |
Cimahi, Jabarel News — Fenomena Gerhana Bulan Total yang terjadi pada Selasa, (3/2/2026), menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang dinantikan masyarakat. Namun, warga Kota Cimahi tidak dapat menyaksikan peristiwa langit tersebut secara optimal akibat cuaca mendung dan gerimis ringan yang menyelimuti kota sejak menjelang magrib.
Secara astronomis, gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus, sehingga Bulan yang tengah berada dalam fase purnama memasuki bayangan inti (umbra) Bumi. Pada fase inilah Bulan biasanya tampak berwarna merah tembaga, sehingga dikenal dengan sebutan Blood Moon. Warna kemerahan tersebut muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Berdasarkan data astronomi, fase total gerhana berlangsung hampir satu jam, dimulai pukul 18.04 WIB dan berakhir pada 19.02 WIB. Dalam kondisi langit cerah, masyarakat seharusnya dapat menyaksikan perubahan warna Bulan secara bertahap hingga mencapai puncak totalitas.
Namun kenyataannya, awan tebal yang menyelimuti langit Cimahi membatasi pandangan ke arah timur, tempat Bulan terbit. Sejumlah warga yang telah bersiap melakukan pengamatan dari rumah maupun lingkungan sekitar hanya dapat melihat siluet samar tanpa rona merah yang khas.
Meski tak dapat menyaksikan keindahan visualnya, suasana malam itu tetap terasa istimewa. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, gema takbir dan lantunan doa terdengar dari berbagai masjid di penjuru kota. Di antaranya dari Masjid Al Istiqomah, Kelurahan Citeureup, yang dipenuhi jamaah untuk menunaikan ibadah.
Dalam ajaran Islam, gerhana merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa, zikir, dan melaksanakan salat gerhana ketika fenomena tersebut terjadi. Momentum ini pun dimaknai sebagian warga sebagai kesempatan untuk bermuhasabah dan memperkuat keimanan.
“Walaupun tidak terlihat jelas, kami tetap memanfaatkan momen ini untuk berdoa dan mengingat kebesaran Allah. Gerhana ini mengingatkan bahwa segala sesuatu di alam semesta berjalan atas kehendak-Nya,” ujar salah seorang warga Citeureup.
![]() |
| Bulan tampak kembali bersinar terang setelah sepenuhnya keluar dari bayangan Bumi, Kel.Citeureup, Kota Cimahi, Jawa Barat (4/3/2026). |
Menariknya, (4/3), pada Rabu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, langit Cimahi mulai cerah. Bulan tampak kembali bersinar terang setelah sepenuhnya keluar dari bayangan Bumi. Pemandangan tersebut menjadi penutup yang menenangkan setelah sebelumnya tertutup awan sepanjang fase puncak gerhana.
Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 ini menjadi catatan penting dalam kalender astronomi sekaligus pengalaman spiritual bagi masyarakat Cimahi. Meski tidak teramati secara sempurna, peristiwa tersebut tetap menghadirkan pelajaran tentang keteraturan kosmik, kebesaran Sang Pencipta, serta kesadaran bahwa manusia hanya dapat merencanakan, sementara hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.
Reportase/Jurnalis : Virgi Ali
Editor : Ghaza


0 Komentar