Kang Ngatiyana,Walikota Cimahi, All Out! Ogoh-Ogoh & Parade Seni Nusantara Bikin Nyepi 1949 Makin Hidup, Pawai Budaya, Kota Cimahi, Jawa Barat (17/3/2026).
Cimahi, Jabarel News — Vibes budaya benar-benar terasa kuat di Kota Cimahi saat Pawai Budaya dan Ogoh-Ogoh lintas etnis dan suku menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1949 (2026), Selasa (17/3/2026). Bertempat di halaman Pussen Arhanud, Jalan Sriwijaya, acara ini sukses jadi ruang temu seni, tradisi, dan kebersamaan yang penuh warna.

Wali Kota Cimahi, Kang Ngatiyana, bersama jajaran pejabat daerah, Kec. Cimahi Tengah, Jawa Barat (17/3/2026).
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang bikin suasana langsung terasa khidmat sekaligus nasionalis. Dilanjutkan dengan doa umat Hindu, momen ini jadi pengingat makna Nyepi: refleksi diri, hening, dan keseimbangan hidup.

mengembangkan budaya sebagai identitas bersama, Pawai Budaya, Kel. Karang Mekar, Kota Cimahi, Jawa Barat (17/3/2026).
Begitu pawai dimulai, suasana langsung berubah jadi super hidup. Rute yang dimulai dari Lapangan Pussen Arhanud, melewati Jalan Stasiun, Jalan Gatot Subroto, hingga kembali ke Jalan Sriwijaya Raya, dipenuhi warga yang antusias menikmati parade budaya yang benar-benar totalitas.

Harmoni Kota Cimahi, Pawa budaya, Jawa Barat (17/3/2026).
Dari sisi seni, ini bukan sekadar pawai biasa. Gebogan yang artistik, gamelan gong suling yang syahdu, hingga dentuman energik gamelan bleganjur bikin suasana makin berasa Bali banget. Deretan payas adat Bali Agung, Bali Madya, hingga busana ke pura tampil detail dan estetik, memanjakan mata penonton.
Kolaborasi lintas budaya jadi kekuatan utama, Jl Sriwijaya Raya, Kota Cimahi, Jawa Barat (17/3/2026).
Kolaborasi lintas budaya jadi kekuatan utama. Ada kesenian ngelawang, angklung buncis khas Jawa Barat, baris gede yang gagah, sisingaan yang ikonik, sampai tektekan dan topeng bondres yang penuh ekspresi. Semua tampil all out, memperlihatkan kekayaan seni Nusantara dalam satu panggung jalanan.
Keberagaman makin terasa dengan hadirnya berbagai etnis—mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, Dayak, Palembang, hingga Tionghoa dengan atraksi barongsai yang selalu jadi crowd favorite. Dua ogoh-ogoh besar yang diarak jadi highlight utama, tampil megah sekaligus sarat makna spiritual sebagai simbol pembersihan energi negatif sebelum Nyepi.

Seni Durcing Kota Cimahi, Turut berpartisipasi di Pawai Budaya Kota Cimahi, Jawa Barat (17/3/2026).
Tak ketinggalan, Seni Durcing Kota Cimahi turut berpartisipasi dalam Pawai Budaya ini, menambah warna tersendiri dalam kemeriahan acara. Penampilan mereka berhasil mencuri perhatian penonton dengan energi dan kekhasan yang ditampilkan, sekaligus memperkuat identitas seni lokal di tengah keberagaman budaya yang hadir.
Acara dipandu oleh Mc yang tampil anggun berkebaya, memadukan nuansa tradisional dengan sentuhan milenial yang segar.

Kang Lucky, Kang Ares, Kang Tito, beserta Jajaran Disbudparpora Kota Cimahi, Pussen Arhanud, Jawa Barat (17/3/2026).
Wali Kota Cimahi, Kang Ngatiyana, hadir didampingi jajaran pejabat daerah, termasuk perwakilan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, diantaranya, Kang Dani, Kang Lucky, Kang Ares, dan Kang Tito, yang turut berperan aktif dalam terselenggaranya acara ini. Dalam sambutannya, Ngatiyana mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya sebagai identitas bersama.
“Nyepi itu bukan cuma ritual, tapi juga nilai kehidupan. Ini tentang harmoni, dan Cimahi hari ini menunjukkannya lewat budaya,” ujarnya.
Momen paling mencuri perhatian terjadi saat Kang Ngatiyana ikut menaiki ogoh-ogoh dan berbaur dengan warga. Interaksi hangat ini langsung disambut antusias, memperlihatkan kedekatan pemimpin dengan masyarakatnya.
Di balik kemeriahan, acara tetap berjalan tertib. Sinergi TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta dukungan penuh dari Disbudparpora membuat pengaturan lalu lintas dan jalannya acara berlangsung aman, lancar, dan terkoordinasi dengan baik.
Merayakan keberagaman lewat seni yang hidup, ekspresif, dan penuh makna, Reportase, Eel, Cimahi Aktual (17/3/2026).
Lebih dari sekadar perayaan, pawai ini jadi bukti bahwa budaya adalah energi pemersatu. Di Cimahi, Nyepi bukan hanya tentang keheningan, tapi juga tentang merayakan keberagaman lewat seni yang hidup, ekspresif, dan penuh makna.
Reportase : Eel
Jurnalis: Virgi Ali



0 Komentar